Bulan Sya’ban: Bulan Nabi yang Kerap Terlupakan
rahmat.or.id – Dalam tradisi keislaman dikenal ungkapan penuh makna: Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Nabi Muhammad SAW, dan Ramadhan adalah bulan umat Nabi SAW. Ungkapan ini bukan sekadar pembagian waktu, melainkan penegasan tentang kemuliaan dan nilai spiritual yang terkandung di dalam setiap bulan tersebut.
Saat ini, kaum muslimin sedang berada di bulan Sya’ban, bulan yang secara khusus disandarkan kepada Rasulullah SAW. Ketika suatu waktu dikaitkan dengan sosok yang mulia, maka waktu tersebut pun ikut dimuliakan. Terlebih Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling sempurna, dengan kedudukan tertinggi di sisi Allah Ta’ala, yang senantiasa berada dalam penjagaan-Nya.
Sayangnya, tidak sedikit di antara kita yang begitu antusias menyambut bulan Rajab dan bersungguh-sungguh menghidupkan ibadah di bulan Ramadhan, namun justru melalaikan bulan Sya’ban. Padahal, penegasan Nabi SAW bahwa Sya’ban adalah “bulannya” memiliki pesan yang sangat dalam: agar umat Islam tidak membiarkan masa transisi antara dua bulan mulia itu berlalu tanpa nilai ibadah.
Sya’ban hadir sebagai jembatan ruhani—bulan persiapan, penguatan, dan pemantapan amal sebelum memasuki Ramadhan. Dengan menyandarkan Sya’ban kepada dirinya, Rasulullah SAW seakan mengajak umatnya untuk menghidupkan ibadah secara konsisten, bukan musiman.
Adapun Ramadhan, ia menjadi sangat mulia karena disandarkan langsung kepada umat Nabi SAW, umat yang Allah pilih sebagai umat terbaik. Sesuatu akan semakin bernilai ketika ia dikaitkan dengan sesuatu yang mulia.
Karena itu, ketika kita berada di bulan yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, sudah sepatutnya kita mengisinya dengan amal-amal yang dicintai beliau. Memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak shalawat dan salam kepada Baginda Nabi SAW, serta meningkatkan kualitas ibadah menjadi fokus utama di bulan Sya’ban.
Semoga Sya’ban tidak lagi menjadi bulan yang terlewat begitu saja, tetapi menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meneladani Rasul-Nya, sekaligus sebagai bekal ruhani menyambut Ramadhan yang penuh berkah.



